Saturday, March 29, 2014

PDB 2013 Tumbuh 5,78 Persen

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2013 tumbuh hingga 5,78%. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk data tersebut dapat diperoleh di link ini.

Monday, September 23, 2013

Impor Sapi dan Ayam Potong Menjelang Idul Adha

Berita dari Republika Online berikut menjelaskan mekanisme teknis yang masih belum rampung untuk impor sapi dan ayam potong.

Mendag: Izin Impor Sapi dan Ayam Tunggu Kementan
Senin, 23 September 2013, 21:22 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan (Mendag) Indonesia Gita Wirjawan menyatakan bahwa importasi sapi potong dan daging ayam untuk hadapi Idul Adha 2013 masih menunggu rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian (Kementan) Indonesia.

Ia menyatakan impor dua komoditas tersebut terpaksa dilakukan karena pasokan yang terbatas akibat kurangnya produksi untuk memenuhi kebutuhan nasional. Untuk keperluan impor sapi potong, pihaknya sudah mengeluarkan surat persetujuan impor (SPI) sapi potong sebanyak 72.500 ekor untuk 12 importir.

“Tetapi SPI nya tidak berlaku, dan para importir tidak bisa mengimpor kalau belum ada rekomendasi teknis dari Kementan. Rekomendasi teknisnya saja sampai sekarang belum keluar,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen di Jakarta, Senin (23/9) sore.

Lebih lanjut Gita mengatakan, pihak Kementan sudah mengusulkan supaya rapat koordinasi terbatas (rakortas) kembali diadakan untuk merumuskan rekomendasi teknis. Rencananya rakortas diadakan di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.

Pihaknya berharap Kementan segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk daging ayam dan sapi potong supaya impor kedua komoditas itu segera dilakukan. “Karena ini kan sudah mau Idul Adha, harga-harga (kebutuhan pokok) akan mulai naik,” ucapnya.

Reporter : Rr Laeny Sulistyawati   
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari

Anda dapat juga membaca beritanya pada link ini.

Bagi Anda yang telah mempelajari manfaat perdagangan, berikan pendapat Anda mengenai dampak impor dan pembatasan tarif lainnya bagi perekonomian secara keseluruhan! Bagaimana pula pandangan sebagian besar ekonom terkait hambatan impor tersebut?

Sunday, September 22, 2013

Membebaskan Indonesia dari Hutang

Detik Finance memberitakan besarnya jumlah utang negara kita dalam artikel berikut.

Utang RI Rp 2.177 Triliun Bisa Lunas Jika Tiap Warga Patungan Rp 9 Juta, Mau?
Maikel Jefriando - detikfinance
Jumat, 20/09/2013 15:41 WIB

Jakarta - Pemerintah punya utang Rp 2.177 triliun hingga akhir Agustus 2013. Utang tersebut bisa langsung lunas dengan cepat, tapi ada syaratnya.

Syaratnya yaitu tiap-tiap warga Indonesia harus menyiapkan dana patungan sebanyak Rp 9,1 juta per orang. Angka ini muncul dari perhitungan total utang dibagi dengan jumlah rakyat Indonesia sekitar 240 juta jiwa.

Menurut Direktur Eksekutif Megawati Institut Arif Budimanta, utang tersebut menjadi beban seluruh masyarakat jika ternyata tidak ada peningkatan produktivitas.

"Artinya setiap penduduk kita saat ini menanggung beban bayar utang Rp 9 juta per kepala, dan di sisi lain fasilitas pelayanan umum seperti angkutan massal, pelayanan kesehatan, pendidikan maupun lapangan pekerjaan tetaplah terbatas dan beban biaya hidup yang semakin mahal," katanya kepada detikFinance, Jumat (20/9/2013).

"Intinya kecepatan naiknya jumlah utang ternyata tidak berbanding lurus dengan kemajuan kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Ia menambahkan, nilai tambah dari penerbitan utang tidak dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Selama ini utang habis dikonsumsi untuk melakukan impor dan bukan untuk peningkatan produktivitas dalam negeri.

"Yang perlu dilakukan dari sisi kebijakan fiskal adalah perbaiki neraca keseimbangan primer, agar arus likuiditas keuangan negara semakin sehat," ujarnya.

Seperti diketahui, hingga akhir Agustus 2013, total utang pemerintah Indonesia Rp 2.177,95 triliun. Utang ini naik dibandingkan akhir 2012 yang sebesar Rp 1.977,71 triliun.
(ang/hen) 

Anda dapat pula membaca berita ini pada link ini. Solusi yang ditawarkan pada judul berita ini menarik untuk dikaji. Sebagian besar masyarakat memang seringkali menganggap bahwa pemerintah tidak perlu pusing untuk mengurusi utang atau mengatasi kemiskinan. Buat atau cetak saja uang yang banyak, selesai masalah. Demikian sebagian menilai. 

Bagi Anda yang sudah membaca dan memahami prinsip-prinsip ekonomi, bagaimanakah pandangan Anda tentang mencetak uang sebagai solusi mengatasi utang dan atau kemiskinan? Silakan berkomentar.

Monday, March 21, 2011

Produksi dan Pertumbuhan

Produksi dan pertumbuhan dalam ekonomi merupakan bahan kuliah Pengantar dan Teori Ekonomi Makro untuk pertemuan ke-6. Bagian ini membahas bagaimana suatu perekonomian melakukan proses produksi yang menentukan pertumbuhan nasionalnya.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain adalah:
  1. Chapter 25 dari buku Principles of Economics, 3rd Edition, karya N. Gregory Mankiw.
  2. Chapter 3 dari buku Macroeconomics, 6th Edition, karya N. Gregory Mankiw. Edisi ke-7 buku ini dalam bahasa Indonesia dapat Anda baca melalui Google Books pada link ini.
  3. Bahan-bahan lain yang relevan.
Setelah mempelajari bagian ini, mahasiswa diharapkan mampu menjawab beberapa pertanyaan berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan produktivitas? Jelaskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya!
  2. Jelaskan kebijakan apasaja yang dapat diambil pemerintah dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara!
  3. Jelaskan apa yang Anda ketahui tentang deminishing return dalam kaitannya dengan investasi dalam suatu perekonomian!
  4. Jelaskan secara deskriptif dan grafis dampak dari kebijakan fiskal (berupa penurunan pajak dan peningkatan pengeluaran pemerintah) terhadap investasi dalam sebuah perekonomian!

Monday, February 14, 2011

Pendapatan Nasional, Inflasi, dan Pengangguran

Pendapatan nasional, inflasi, dan pengangguran merupakan bahan kuliah Pengantar dan Teori Ekonomi Makro untuk pertemuan ke-2. Bagian ini membahas bagaimana pendapatan dalam suatu perekonomian dihitung, bagaimana biaya hidup ditentukan, dan hubungannya dengan masalah ketenagakerjaan.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain adalah:
  1. Chapter 23 dan Chapter 24 dari buku Principles of Economics, 3rd Edition, karya N. Gregory Mankiw.
  2. Chapter 2 dari buku Macroeconomics, 6th Edition, karya N. Gregory Mankiw.
  3. Bahan-bahan lain yang relevan.